September 11, 2008...6:17 pm

Bioskop and Child

Lompat ke Komentar

Pergi menonton bioskop mungkin salah satu hiburan dalam masyarakat kota sekarang ini. Film – film yang ditanyangkan pun beragam jenisnya. Namun sayangnya bioskop – bioskop sekarang ini lebih banyak memutar film -film untuk kalangan dewasa.

Film yang sekarang ini populer untuk film bioskop lokal adalah drama comedy yang bersifat dewasa danĀ  film horor yang kadang gak horor lagi tp malah lucu.

Untuk film bioskop Barat yang diproduksi di hollywood sana, berbagai macam film action, horor, comedy, thriller, dll. Lebih beragam namun mayoritas untuk kalangan dewasa.

Adapun juga film asia yang sempat ikut bersaing di bisnis perfilman, dibioskop dinegara kita.

Semua film-film bioskop, mayoritas untuk kalangan dewasa, kecuali beberapa film kartun buatan ‘pixar’ cs.

Permasalahan utamanya adalah pada penontonnya, entah bagaimana tanggapan setiap orang tentang sebuah film.

Selama mengikuti film-film bioskop terbaru, saya dapat menemukan beberapa orang tua membawa anak-anaknya yang masih berusia sekitar 6-10 tahun bahkan ada orang tua yang membawa balitanya ke dalam bioskop.

Film apa yang di tonton? kartun? gak masalah. Tapi film yang di tonton adalah film yang menampilkan adegan -adegan seperti:

  • Pembunuhan dengan memperlihatkan secara detail cara membunuhnya
  • Kekerasan, perkelahian
  • Adegan mesra sepasang kekasih, hampir semua film barat memilikinya. Mungkin bisa dikatakan semua.

Apakah layak ditonton anak – anak untuk budaya kita?

Kita sudah terpengaruh budaya luar dimana anak anak juga menikmatinya. Kalau gak tontonan apa untuk anak – anak sekitar 6-10 tahun?

Apakah orang tua, mendampingi dengan baik?

Dengan memberi nasihat yang benar pada anak setelah menonton film, namun apakah anak lebih menangkap nasihat orang tua atau lebih menangkap adegan film?

Terkadang memang kita perlu melakukan refleksi, apakah kegiatan kita telah benar atau tidak.

Tinggalkan Balasan