Agustus 28, 2008...8:47 pm

Love or Desire

Lompat ke Komentar

Wow pasangan itu mesra banget…

Banyak pasangan muda mudi yang sedang mabuk asmara, terkadang mereka lupa akan batasan – batasan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bahkan tidak lagi memikirkan masa depan.

Kemesraan pasangan muda mudi susah untuk di batasi, yang namanya udah larut dalam asmara udah lupa dengan yang lain.

Pergaulan tanpa batasan ini memicu hubungan pasangan kekasih menjadi pasangan suami istri. Dimana pasangan kekasih mulai melakukan hubungan seks layaknya pasangan suami istri.

Hubungan seks ini didominasi oleh kaum Adam yang mulai mengajak pasangannya untuk melakukan seks, dan sangat jarang di mulai dari kaum Hawa. Kaum Adam lebih sering mengkonsumsi film-film dewasa dibandingkan kaum Hawa. Yah walau ada juga yang berkata bahwa kaum Hawa lebih bernafsu dari pada kaum Adam.

Salah satu faktor inilah yang membuat kaum Adam ingin mencoba,apa yang dilihatnya. Mereka mulai mengajak pasangannya melalui rayuan, pujian untuk melakukan seks. Bahkan lewat cara yang lebih halus dimana kaum Adam mulai menjamah dan merangsang pasangannya secara perlahan-lahan agar mau melakukannya.

Ketika pasangan menolak untuk melakukan seks, baik karena alasan masih perawan, ingin melakukannya ketika menikah nanti, tidak mood, dan lain lain. Dengan atas nama CINTA, semua alasan itu dilawan agar NAFSU tersampaikan.

“Seks adalah tanda cinta diantara mereka, kalau tidak mau melakukannya berarti tidak sayang, tidak cinta dan sebagainya” Segala macam cara dilakukan agar dapat melakukan hubungan seks,  baik puji-pujian, sindiran, tanda bukti mempererat hubungan. Hingga akhirnya Kaum hawa pun takluk pada Taktik yang satu ini.

Akhirnya hubungan seks para muda mudi terjalin karena berbagai:

  • Tanda cinta
  • Ingin mencoba alias coba coba
  • Sok dewasa, gak seks gak dewasa. (LoL, pemikiran gila)
  • Emang Nafsu pengen melakukan seks

Apakah cinta hanya dapat dibuktikan dengan seks?

Apakah dengan melakukan seks kita susah menjadi orang dewasa?

Ketika membaca artikel seperti ini terkadang kita akan mengatakan “aku gak sebodoh itu” tp ketika kita berada dalam situasi tersebut bisakah kita berpikir seperti itu lagi? Dalam keadaan didesak, kebingungan, terkadang kita salah dalam mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan